Cek Fakta: Bakteri COVID-19 membuat pembuluh darah melebar dan membeku?

Jakarta (ANTARA/JACX) – Satu pesan di aplikasi WhatsApp menjadi viral karena menyebut COVID-19 disebabkan oleh bakteri, bukan virus.
Pesan itu mengklaim pembuktian yang dilakukan di Italia. Selain itu, disebutkan pula bakteri penyebab COVID-19 membuat pembuluh darah melebar dan membeku. Tapi, tersedia obat di apotik untuk itu.

Berikut kutipan informasi yang beredar di media sosial dan Whatsapp tentang bakteri COVID-19 yang menyebabkan darah membeku itu:

Read More

Penjelasan:
Penelusuran ANTARA dari berbagai sumber informasi terpercaya, pesan COVID-19 disebabkan oleh bakteri dan menyebabkan pembuluh darah melebar dan membeku adalah berita bohong. Dalam informasi resmi covid19.go.id yang diunggah pada 6 Juni 2020, Kementerian Kesehatan Italia menjelaskan virus corona baru (SARS-Cov-2) adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). COVID-19 adalah virus RNA untai positif dengan penampilan seperti mahkota di bawah mikroskop elektron.

Baca Juga  Jangan Sembarangan Menyimpan dan Membungkus Cabai, Bisa Terkontaminasi Logam Berat

Terkait klaim pembekuan darah, dikutip dari Reuters, pembekuan darah yang terjadi pada pasien atau trombosis memang ditemukan pada beberapa pasien. Tapi, kesimpulan bahwa pasien COVID-19 meninggal hanya karena trombosis adalah informasi keliru. Selain trombosis, sebagian besar pasien COVID-19 meninggal karena pneumonia dan gagal napas.

British Medical Journal (BMJ) menyatakan dokter melihat tingkat penggumpalan darah pada pasien yang sakit parah dengan COVID-19 sangat tinggi. Temuan itu menjelaskan “darah pasien COVID-19 sangat lengket” karena penyakit tersebut telah meningkatkan produksi faktor
pembekuan hati.

Mengenai obat COVID-19 yang tersedia di apotek, Reuterus menulis, obat antiradang seperti ibuprofen memang dapat membantu mengobati gejala COVID-19 seperti suhu tinggi. Namun, Layanan Kesehatan Masyarakat (NHS) Inggris merekomendasikan pengujian
parasetamol terlebih dahulu pada pasien COVID-19. Parasetamol memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada ibuprofen dan merupakan pilihan yang lebih aman bagi kebanyakan orang. Sementara, antibiotik hanya bekerja melawan bakteri. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan antibiotik “tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan” karena COVID-19 disebabkan oleh virus.

Baca Juga  Tubuh Sehat, Syarat Utama Vaksinasi

Klaim: Bakteri COVID-19 membuat pembuluh darah melebar dan membeku
Rating: Hoaks

Sumber : antaranews.com

Semoga bermanfaat ya, Klik Tombol SHARE di bawah agar banyak orang yang mengambil manfaatnya dari tulisan ini 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *