Jangan Sembarangan Menyimpan dan Membungkus Cabai, Bisa Terkontaminasi Logam Berat

 

Read More

Cabai adalah bumbu masak yang selalu ada di rumah. Betul kan?

Walau harga mencapai selangit cabai tetap saja diburu. Sebb orang Indonesia sepertinya tidak bisa terpisah dengan cabai.

Ya, cabai bisa membuat setiap makanan menjadi nikmat.

Karena cabai pula, kita bisa makan lahap.

Tapi sayang, cabai yang selalu distok di rumah banyak yang tidak tahu cara penyimpanannya.

Asal tahu saja, salah menyimpan cabai akibatnya bisa fatal.

Misal, cabai disimpan di dalam bungkus kertas koran bekas, itu bisa membuat cabai terkontaminasi logam berat.

Karenanya, saat beli cabai dan oleh abang pedang dibungkus dengan kertas koran bekas, sesampainya di rumah harus segera diganti.

Jangan lantas cabai berbungkus koran bekas langsung dimasukan ke dalam kulkas ya.

Untuk kita ketahui, kertas koran berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sebenarnya tidak hanya kertas koran, kertas HVS, kertas bekas tabloid pun sama.

Baca Juga  Ciri-ciri Sariawan yang Jadi Salah Satu Gejala COVID-19

Intinya untuk membungkus cabai hindari menggunakan kertas yang sudah ada cetakannya.

Begitu pula untuk membungkus kangkung, sawi, bayam, dan lainnya.

Sebab tinta yang ada pada kertas tersebut mengandung logam berat,timbel, yang bisa terserap oleh cabai.

Nah, jika cabai yang sudah terkontaminasi logam berat tersebut kita konsumsi, lama kelamaan, tanpa disadari di dalam tubuh kita akan menumpuk logam berat.

Padahal logam berat, sekalinya masuk ke dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan secara alami.

Inilah cara menyimpan cabai di rumah.Tribun Bali – Tribunnews.com

Inilah cara menyimpan cabai di rumah.

Akibatnya, akan menjadi bibit penyakit dan pemicu munculnya penyakit berat, seperti halnya kanker.

Lalu, bagaimana cara menyimpan cabai yang benar, berikut ini caranya seperti dilansir dari nakita.id?

1. Jangan cuci cabai dengan air

Pisahkan cabai segar dari cabai-cabai yang sudah busuk.

Selain itu, agar tahan lebih lama saat disimpan, sebaiknya cabai tidak dicuci terlebih dahulu.

“Jangan dicuci karena kadar air akan mempercepat kelembaban yang menyebabkan mudah membusuk,

masukan ke dalam plastic container dengan dilapisi kertas dan tutup rapat,” jelas Chef de Cuisine Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Prasetyo Widodo.

Baca Juga  Siap Edar Awal Tahun 2021, Uji Vaksin Covid-19 Sinovac Dihentikan Lantaran Temui Efek Samping Parah

2. Simpan cabai di dalam kulkas

“Cabai kalau disimpan di kulkas bisa lima sampai enam hari,” jelas Stefu Santoso, selaku Executive Chef di APREZ Catering & AMUZ Gourmet Restaurant, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (3/5/2020).

Ia menambahkan, jika disimpan di suhu ruangan, cabai hanya bertahan sekitar dua hari.

Namun, bisa jadi kurang dari dua hari jika kelembaban udara di ruangan tersebut tergolong tinggi.

Ada berbagai jenis makanan yang bisa menjaga kesehatan paru-paru, salah satunya cabai rawit.Freepik

Ada berbagai jenis makanan yang bisa menjaga kesehatan paru-paru, salah satunya cabai rawit.

3. Bungkus dengan tisu kering dan taruh bawang putih

Dikutip dari Sajian Sedap, cara menyimpan cabai di kulkas adalah dengan menggunakan wadah kedap udara.

Sebelumnya, jangan cuci cabai dan jangan petik tangkainya.

Lapisi dalam wadah dengan tisu kering, taruh satu butir bawang putih segar, kemudian taruh cabai.

Cara ini dapat membuat cabai awet sampai tiga bulan. Tisu disarankan untuk rajin diganti.

4. Jangan campur cabai dengan bumbu dapur lain

Saat menyimpan cabai dalam kulkas, jangan asal meletakannya di sebelah produk lain.

Baca Juga  Wajib Tahu! Ini 8 Manfaat Makan Pisang Terlalu Matang

Stefu menyarankan untuk tidak menyimpan cabai berdekatan dengan dairy product, seperti susu, telur, dan keju.

Sebab produk tersebut akan menyerap aroma cabai sehingga aroma cabai akan menempel dengan kuat.

Sementara itu, Prasetyo menyarankan untuk menyimpan cabai tidak berdekatan dengan sayuran segar yang lain.

 “Apabila cabai itu rusak dan berdekatan dengan sayuran yang lain, maka bisa merusak atau memengaruhi aroma sayuran yang yang lain,” jelas Prasetyo.

5. Cara petik cabai bisa mempengaruhi keawetan cabai

Jika kamu memiliki tanaman cabai sendiri usahakan memetiknya pada pagi hari.

Sebab pagi hari merupakan waktu terbaik untuk memetik.

Bobot buah masih optimal saat pagi hari.

“Tujuannya agar buah yang dipetik tidak terkontaminasi oleh organisme pembusuk,” papar Prasetyo.

Cara memetik yang baik adalah dengan dipelintir tangkai buah cabai.

Lakukan hal itu secara hati-hati agar ranting atau cabang tidak patah.

Cabai yang dipetik dengan tangkai akan lebih tahan lama disimpan daripada yang dipanen tanpa menyertakan tangkainya. (sumber grid.id)

Semoga bermanfaat ya, Klik Tombol SHARE di bawah agar banyak orang yang mengambil manfaatnya dari tulisan ini 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *