Siap Edar Awal Tahun 2021, Uji Vaksin Covid-19 Sinovac Dihentikan Lantaran Temui Efek Samping Parah

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech tampaknya tengah memasuki uji klinis fase akhir.

Read More

Pasalnya, pada awal tahun 2021, vaksin Covid-19 Sinovac ini akan disebar ke seluruh dunia untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

Baca Juga: Dua Bulan Lagi Dijanjikan Siap Edar, 14 Relawan Vaksin Covid-19 Sinovac Mundur, Kenapa?

Kendati demikian, abru-baru ini tersiar kabar buruk terkait vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi China tersebut.

Dikutip dari Reuters, Selasa (10/11/2020), penghentian uji coba itu dilakukan menyusul efek samping yang parah.

Baca Juga: Pendapat Guru Besar Unpad Prihal Vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang Segera Dilakukan, Amankah?

Uji klinis fase akhir vaksin Covid-19 Sinovac itu pun akhirnya dihentikan untuk sementara waktu.

Hal ini dilakukan Badan Kesehatan Brasil Anvisa pada 29 Oktober 2020.

Vaksin tersebut justru menghadapi kontroversi di Brasil dan Presiden Jair Bolsonaro menolaknya karena dianggap kredibilitas vaksin yang kurang.

Baca Juga  Seorang Apoteker Nekad Rusak Ratusan Vaksin Covid-19, Alasannya Suntikan Vaksin Bisa Mengubah DNA

Kepala lembaga penelitian medis Sao Paolo Butantan, Dimas Covas mengatakan keputusan regulator terkait kematian menambah keanehan, sebab kematian tersebut tidak terkait dengan vaksin.

Baca Juga: Tidak Mau Dikarantina ke Wisma Atlet, Habib Rizieq Langsung Dibawa ke Rumahnya Lantaran Ambruk: ‘Kehabisan Tenaga’

“Karena saat ini ada lebih dari 10.000 sukarelawan, kematian dapat terjadi. Ini adalah kematian yang tidak ada hubungannya dengan vaksin. Oleh karena itu, bukan saatnya menghentikan uji coba,” kata Covas, dikutip dari Kompas.com.

Meski begitu, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19, Prof Kusnandi Rusmil, menjelaskan sejumlah rangkaian terakhir dari uji klinis vaksin tersebut di Indonesia sudah rampung.

“Untuk di Bandung ada 1.620 subjek penelitian dan semuanya itu telah disuntik, selesai. Jadi udah nggak ada suntikannya lagi,” kata Prof Kusnandi Rusmil, Selasa (10/11/20).

Kini, para peneliti tinggal melakukan pengawasan terhadap relawan yang disuntik. Pengamatan dilakukan melalui beberapa tahapan.

Baca Juga: Tak Selamanya Buruk, Begini Aturan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak pada Anak-anak

Baca Juga  Gejala Baru Covid-19 Parosmia Bisa Disembuhkan, Ini Cara Paling Ampuh

“Jadi dia sebelum disuntik kan diambil darahnya. Kemudian sebulan setelah disuntik itu diambil darahnya lagi. Kemudian tiga bulan stelag disuntik diambil darahnya lagi. Dan enam bulan setelah disuntik diambil darahnya lagi,” ungkapnya.

Dengan demikian, masyarakat cukup menanti kabar selanjutnya terkait perkembangan vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia. (health.grid.id)

Semoga bermanfaat ya, Klik Tombol SHARE di bawah agar banyak orang yang mengambil manfaatnya dari tulisan ini 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *